Detail Artikel

Seberapa Mudah Klaim Asuransi?

(Manusia Seringkali Memusuhi Apa yang Tidak Dia Ketahu)i  Pepatah Arab

(Bersikap adillah sejak dalam pikiran. Jangan menjadi hakim bila kau belum tahu duduk perkara yang sebenarnya.) Pramoedya Ananta Toer

Membangun kesadaran masyarakat agar melek terhadap perencanaan keuangan, tidak semudah anak kecil menggapai telinga kiri dengan tangan kanannya. Sedangkan mengedukasi masyarakat untuk berasuransi lebih sulit dari memasukkan benang basah ke dalam lubang jarum.

Edukasi pemahaman asuransi dilakukan dan dikembangkan dari waktu ke waktu membuahkan hasil historical seperti jalur Roller Coaster, di saat pemahaman terhadap asuransi sedang berada di titik tertinggi kemudian meluncur tajam nan kencang di saat dihantam berbagai pemberitaan subjektif dan digoreng dengan bumbu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

 

Sebagai Perencana Keuangan Profesional, saya mencoba mencari garis tengah dengan menarik fakta dan data untuk menyikapi permasalahan yang sedang berkembang luas beberapa hari terakhir ini. Baca: https://news.detik.com/berita/d-3660117/dirut-allianz-jadi-tersangka-polisi-asuransi-minta-rekam-medis

Dari berita yang beredar, seorang nasabah Allianz ditolak saat pengajuan klaim manfaat kesehatan sebesar belasan juta rupiah setelah dirawat di Rumah Sakit. Sebagai orang awam tentu akan berpikir apa benar perusahaan sekelas Allianz tidak mampu membayar klaim manfaat nasabah yang hanya belasan juta rupiah? Atau apa sebab klaim nasabah tidak dibayarkan? Dua pertanyaan ini menarik untuk diulas agar semua masyarakat mendapat edukasi secara objektif dan terarah.

Apa benar perusahaan sekelas Allianz tidak mampu membayar klaim manfaat nasabah yang hanya belasan juta rupiah?

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat selama tahun 2016, total klaim manfaat yang dibayarkan mencapai Rp. 96,5 trilyun. Ini merupakan bentuk komitmen industri asuransi jiwa untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah serta melaksanakan  tanggung jawab yang tercermin dari besaran jumlah klaim yang dibayarkan. Artinya, klaim manfaat dibayarkan sebesar Rp. 8,01 trilyun per bulan, atau Rp. 268 milyar per hari, atau Rp. 11.1 milyar per jam atau Rp. 185 juta per menit. Lalu, bagaimana dengan pembayaran klaim nasabah oleh beberapa perusahaan asuransi ternama? Berikut lampiran data berbicara:                                                                                                                     

Data otentik di atas merupakan fakta tersembunyi dan tak banyak yang mengetahui,  walau data tersebut sudah dipublikasi secara umum melalui website masing-masing perusahaan asuransi.  Hanya saja, perlu pemahaman dan pengetahuan untuk dapat membaca publikasi keuangan perusahaan asuransi tersebut.

Singkat kata, dari 5 perusahaan asuransi di atas rata-rata membayarkan klaim nasabah sebesar Rp. 12,6 juta per menit. Jadi, penolakan pembayaran klaim nasabah kemungkinan besar ada alasan yang melatarbelakanginya.

Lantas, Apa Sebab Klaim Nasabah tidak dibayarkan?

Klaim nasabah tidak dibayarkan oleh pihak asuransi karena beberapa alasan, diantaranya:

  1. Dokumen Klaim Tidak Lengkap, bacalah dengan seksama ketentuan kelengkapan dokumen klaim yang tertera dalam polis asuransi. Satu saja dokumen klaim tidak disertakan akan berdampak klaim tertolak.
  2. Penyakit Telah Ada Sebelum Polis Dibeli, untuk penyakit tertentu biasanya penyakit kritis, tidak dapat diklaim jika penyakit sudah diderita oleh nasabah sebelum polis dibeli.
  3. Terlambat Mengajukan Klaim, masing-masing perusahaan asuransi memiliki ketentuan yang berbeda untuk tenggat waktu pengajuan klaim. Umumnya klaim dapat diajukan paling lambat 30-60 hari dari peristiwa.
  4. Masih dalam Waiting Period (Masa tunggu), sama halnya dengan poin 3 masing-masing perusahaan asuransi memiliki ketentuan berbeda dalam Waiting Period, berkisar 30-350 hari dari polis terbit. Artinya, nasabah tidak dapat mengajukan klaim apabila masih dalam masa tunggu (lama masa tunggu tergantung besarnya resiko penyakit yang diderita).
  5. Polis tidak lagi aktif (lapse), perusahaan asuransi akan menolak pembayaran klaim nasabah jika polis sudah tidak aktif lagi karena tidak adanya pembayaran premi lebih dari 45 hari sejak jatuh tempo.
  6. Klaim Tidak Tercakup Dalam Klausul, di dalam polis asuransi tercantum kriteria-kriteria yang masuk dan tidak masuk dalam tanggungan asuransi. Jika klaim yang diajukan tercantum dalam klausul maka klaim dapat dibayarkan, apabila tidak tentunya klaim tersebut akan ditolak oleh asuransi.
  7. Klaim Ajuan Termasuk Pengecualian, klaim juga ditolak perusahaan asuransi jika klaim yang diajukan termasuk dalam daftar pengecualian. Hal-hal pengecualian ini adalah hal-hal yang tidak termasuk dalam tanggungan asuransi. Dalam asuransi jiwa, hal pengecualian ini di antaranya mati karena bunuh diri, hukuman pengadilan, maupun kejahatan.
  8. Pemegang Polis Melanggar Hukum, klaim pemegang polis juga akan ditolak jika mengalami resiko akibat dari perbuatan melanggar hukum. Seperti pemegang polis mengalami luka berat akibat diamuk massa setelah kedapatan melakukan tindak pidana.
  9. Melakukan kejahatan Asuransi, prinsipnya perusahaan asuransi memberikan perlindungan kepada nasabah dari segala resiko yang tidak dapat diprediksi kapan resiko itu akan terjadi. Namun, segilintir orang disana melakukan tindakan kebohongan secara sengaja oleh pemilik polis atau ali warisnya agar klaim asuransi dibayarkan. Contoh: pemegang polis asuransi melukai dirinya, atau sengaja melakukan tindakan keteledoran yang mengakibatkan kecelakaan agar mendapatkan pembayaran klaim asuransi. Atau pemegang polis bersekongkol dengan ahli waris untuk melakukan kejahatan terhadap pemilik polis agar mendapatkan klaim dari asuransi. Dan masih banyak lagi modus kejahatan yang ditemukan oleh tim investigasi perusahaan asuransi.
  10. Wilayah Kejadian Tidak Termasuk Layanan Asuransi‚Ä®,  di beberapa perusahaan asuransi, ada yang memberlakukan ketentuan klausul mengenai wilayah. Artinya, perusahaan asuransi hanya mau membayar klaim nasabah yang terkena resiko di wilayah yang tercantum dalam klausul.

Di akhir tulisan ini, ada beberapa hal yang perlu kita petik hikmahnya:

  1. Industri Asuransi, agar komitmen melakukan pembayaran sesuai syarat & ketentuan yang berlaku dalam polis asuransi. Memberi kemudahan akses dan birokrasi serta percepatan dalam proses pengajuan klaim nasabah. Hal yang tak kalah penting adalah: memberikan training, monitoring serta coaching kepada para agen untuk dapat memberikan pelayanan terbaik sejak proses Pendekatan nasabah hingga purna jual.
  2. Agen Asuransi, sudah selayaknya memberikan edukasi comprehensive kepada calon nasabah dari fitur produk – manfaat produk – biaya produk dan yang tak kalah penting syarat dan ketentuan klaim. Bersabar dan tidak terburu-buru menjual produk, lakukan strategi 7P (Prospek-Pertemuan-Pendekatan-Presentasi-Penanganan Keberatan-Penutupan(Closing) dan Purna Jual) dengan baik dan benar.
  3. Nasabah, hendaknya tidak membeli polis asuransi seperti membeli kucing dalam karung, tanpa mengerti produk apa yang dibeli, apa manfaatnya, apakah sudah sesuai kebutuhan dan maksud yang ingin dicapai, apakah sudah sesuai kemampuan, apa saja syarat dan ketentuan pengajuan klaimnya, dan bagaimana proses klaimnya. Jika telah memiliki polis dan tidak mengerti apa yang dibeli, kini saatnya anda berkonsultasi agar apa yang dibeli bermanfaat dan tidak mengalami kerugian di kemudian hari.
  4. Masyarakat. Seperti kata pepatah Arab di atas, kita seringkali membenci / memusuhi apa yang tidak kita ketahui. Sudah sepantasnya kita menggali informasi secara akurat sebelum menghakimi, siapa tahu apa yang kita musuhi / benci saat ini akan bermanfaat di kemudian hari untuk diri sendiri dan sanak family.

 

 

Bersama Kita Bersikap Bijak!

Demikian dari Saya Reni Fitriani, QWPÒ, CPMM, CMFC

Professional Financial Planner SuperKey Consulting

Mau tingkatkan ketrampilan perencanan keuangan anda?

Mau melakukan check up keuangan, asset dan polis anda?

Mau ikut Workshop Financial Mastery dari pakar di bidangnya?

 Hubungi:

0813 2108 4339 (Niki)

Klik www.superkeyconsulting.com 

 

 

Subscribe Here