Detail Artikel

Begini Dampak Fintech Bagi Dunia Kerja di Industri Perbankan

“Vikram Pandit CEO Orogen Group Perusahaan Investasi yang berbasis di New York mengatakan: 30% pekerjaan Bank akan menghilang dalam kurun 5 tahun yang akan datang” (Sumber: Bloomberg.com).

Dorongan Fintech (financial technology) terhadap inklusi keuangan sebenarnya sudah terasa sejak beberapa periode belakangan. Masyarakat yang belum bisa mengakses keuangan secara perbankan kini dapat terbantu oleh dukungan Fintech yang berbasis pada teknologi informasi.

Maraknya penggunaan layanan Fintech di tengah-tengah masyarakat memang tak lepas dari menyebarluasnya teknologi yang kini sudah akrab bagi masyarakat itu sendiri. Kurang lebih setengah penduduk Indonesia kini sudah bisa menikmati teknologi.

Oleh karena itu, inovasi yang ada di tubuh Fintech pun dapat cepat meresap ke tengah-tengah masyarakat. Meningkatkan inklusi keuangan menjadi sasaran pemerintah sekarang ini. Tak ayal, inklusi keuangan menjadi bagian dari agenda besar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penerapan teknologi dalam dunia keuangan tersebut akan mengubah pola transaksi ke depan. Di satu sisi, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan manfaat melalui peningkatan efisiensi serta perluasan cakupan layanan keuangan. Meski demikian di lain sisi, perkembangan fintech itu juga perlu diantisipasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan kerentanan yang tidak diharapkan di kemudian hari.

Ke depan, arus gelombang besar fintech akan sangat terasa di dunia lapangan pekerjaan perbankan dengan ilustrasi sebagai berikut:

1.    Customer Service

Setiap memasuki seluruh channel perbankan baik kantor kas, kantor cabang pembantu, kantor cabang utama hingga kantor pusat, para nasabah akan disambut keramahan para security dan customer service.

Hampir setiap bank menggunakan tenaga Customer Service di setiap channelnya sebanyak 1-5 orang yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing channel.

Tak dapat dipungkiri, layanan terbesar yang dapat dilihat sehari-hari di channel perbankan adalah layanan Customer Service. Bahkan di sebagian besar kalangan masyarakat menganggap bahwa dunia kerja di perbankan hanyalah Customer Service

Kini ada layanan fintech yang high tech di salah satu perbankan besar di Indonesia, dimana pembukaan rekening tanpa harus datang ke cabang. Pembukaan rekening pun menjadi sangat mudah, cukup mengunduh aplikasi di Google Play Store ataupun Apps Store. Kemudian mengisi data-data pribadi, memfoto KTP, NPWP dan contoh tanda tangan, dan berfoto sambil memegang KTP. Setelah semua data dan dokumen dilengkapi, rekening bank sudah selesai diproses.

Selain melayani pembukaan rekening, Customer Service juga selalu menjadi tempat yang pas untuk konsultasi produk-produk perbankan baik tabungan, pinjaman dan apa saja ketentuan dan persyaratannya. Bukan hanya konsultasi, calon nasabah banyak datang ke Customer Service sekedar untuk membandingkan produk di beberapa bank.

Jika anda termasuk nasabah yang berkarakter seperti ini, saat ini anda tak perlu repot ke perbankan yang dihantui kemacetan dan antrian panjang. Cukup berselancar ke www.cekaja.com. Anda dapat mengetahui produk-produk perbankan, asuransi dan membandingkannya sesuai tujuan yang anda inginkan.

 

2. Teller

Secara umum layanan yang diberikan oleh teller meliputi setor dan Tarik tunai. Jumlahnya sebanding lurus dengan Customer Services, sebagian besar job desc teller setidaknya dapat dilakukan ATM (Automatic Teller Machine) dan CDM (Cash Deposite Machine). Kehadiran ATM  dan CDM di titik-titik lokasi strategis sangat membantu nasabah untuk melakukan setor dan tau Tarik tunai, transfer, pembayaran (PLN, PDAM, Angsuran Kredit, pendidikan, Telkom, Tagihan telepon selular, TV Cable, Tiket, ZISWAF dll), Pembelian (pulsa, token listrik, tiket pesawat dan kereta dll),   cek saldo. Layanan ini tanpa ada batasan waktu yang dapat diakses 24 jam.

Tentunya ini dibutuhkan investasi yang sangat besar, semakin besar investasi perbankan di bidang ATM dan CDM, maka kedepannya semakin tergerus pula fungsi teller.  

Belum lagi, beberapa tahun belakangan ini teknologi payment gateway tumbuh subur di Indonesia, teknologi ini sedikit banyaknya menggantikan fungsi teller sebagaimana disebut di atas. Payment Gateway Paytren contohnya, aplikasi besutan Ust. Yusuf Mansur yang memiliki tag line: Sahabat Bayar-Bayar ini dapat membantu setiap orang bisa melakukan transaksi apa saja tanpa perlu harus keluar rumah, cukup melalui handphone saja.

 

3.    Back Office

Salah satu tugas Back Office adalah melakukan pengecekan dan memastikan transaksi yang dilakukan oleh teller sudah benar dan sesuai, serta membuat pembukuan perusahaan dari harian sampai tahunan. Tenaga back office biasanya 1-2 orang, lagi-lagi tergantung kebutuhan.

Dari job desc nya saja sudah kelihatan bahwa Back Office sebagai tenaga support dari teller. Artinya, jika apa yang harus disupport akan berkurang, maka secara otomatis keberadaan tenaga support akan berkurang juga bukan?

 

4.    Funding & Financing/Lending Officer

Menurut UU No.7 Tahun 1992Pengertian Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dananya dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk bentuk lainnya guna meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Peran ini dijalankan oleh ujung tombak perbankan yaitu Funding & Financing / lending Officer. Jumlahnya pun cukup banyak, sekitar 3-10 orang tergantung kebutuhan channel.

Akhir-akhir ini layanan fintech P2P (peer to peer) lending dan Crowdfunding lagi semarak di Indonesia.

Peer-to-Peer (P2P) merupakan suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur). Dalam P2P, uang yang dipinjam juga dikenakan sejumlah bunga yang per bulannya bersaing dengan bunga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Dalam praktiknya, kegiatan pinjam-meminjam di P2P dilakukan secara online. Pemberi pinjaman dan peminjam tidak bertemu satu sama lain. Di samping itu, Anda bisa mendapatkan pinjaman tanpa perlu menjaminkan apa pun (tanpa agunan). Setelah pinjaman disetujui, Anda akan terikat perjanjian mengenai kewajiban kepada pemberi pinjaman.

Berbeda dengan sistem peminjaman lainnya, dalam crowdfunding atau urun dana, Anda justru mendapatkan sejumlah dana dalam bentuk donasi. Mirip-mirip dengan P2P, crowdfunding melibatkan tiga pihak: pemilik project, pemberi dana, dan penyedia platform.

Anda hanya perlu menceritakan ide bisnis Anda dan berbagai peluang bisnis tersebut ke depannya. Jika ada yang tertarik, pemberi dana akan beramai-ramai atau patungan memberikan dana bagi jalannya bisnis Anda. Di sisi lain, crowdfunding juga dimanfaatkan sebagai aksi penggalangan dana untuk tujuan sosial.

Jadi, dalam Crowdfunding, Anda setidaknya harus sebaik mungkin menyampaikan cerita mengenai project Anda. Jika pemberi dana tertarik dan senang dengan cerita yang disampaikan, kemungkinan Anda akan mendapatkan dana atas project yang Anda punya.

Berikut 5 contoh inovasi keuangan di Indonesia yang menggunakan P2P lending sebagai platformnya: modalku, investree, koinworks, zidisha dan amarta.

Masih segar di ingatan kita, Ridwan Kamil walikota Kota Bandung yang berhasil menghimpun lebih dari Rp. 3 Milyar dan Wirda Mansur yang berhasil menghimpun lebih dari Rp. 500 juta untuk aksi solidaritas masyarakat Rohingnya. Dana tersebut terhimpun menggunakan situs kitabisa. Salah satu situs crowdfunding terkenal di Indonesia. Selain kitabisa, masih adalagi situs crowdfunding diantaranya: ayopeduli, wujudkan, crowdtivate dan gandengtangan.

 

Ibarat dua mata pisau, kehadiran fintech sangat membantu dan menjawab kebutuhan masyarakat yaitu kemudahan, dari lain sisi ini merupakan tantangan bagi dunia perbankan dan stakeholder di dalamnya khususnya lapangan kerja.

Berdasarkan statistik perbankan Indonesia bulan Desember tahun 2016 yang dirilis di www.ojk.co.id, baik konvensional maupun syariah. Saat ini terdapat 116 Bank yang terdiri dari 32.730 kantor. Tentu ini menjadi tantangan dunia lapangan kerja atas kehadiran fintech sebagaimana disebut di atas.

 

Apakah tantangan ini bisa diubah menjadi sebuah peluang?

Mari hadapi tantangan ini menjadi peluang dengan meningkatkan kompetensi!

 

Salam Super!

 

Bayu Bridani, Lc, M.E.Sy, CT

Islamic Finance Practicioner & Specialist

Trainer at SuperKey Consulting

 

Sept, 23rd 2017

 

Subscribe Here